Segmentation, Targeting, Positioning
Halo semuanya kembali lagi bersama saya Khairunnisa R.Y dari Universitas Esa Unggul! Di postingan kali ini saya akan membahas tentang "Segementation, Targeting dan Positioning (STP)". Penasaran kan apa itu STP? Yuk disimak!
STP atau Segmentation Targeting Positioning adalah salah satu pendekatan atau model yang digunakan untuk mengembangkan pesan dan strategi pemasaran yang sesuai pada segmentasi target audiens tertentu. Dalam STP Marketing terdapat 3 tahapan, yaitu :
STP atau Segmentation Targeting Positioning adalah salah satu pendekatan atau model yang digunakan untuk mengembangkan pesan dan strategi pemasaran yang sesuai pada segmentasi target audiens tertentu. Dalam STP Marketing terdapat 3 tahapan, yaitu :
Tahapan segmenting atau segmentation dilakukan dengan membagi pelanggan menjadi sekelompok orang dengan karakteristik dan kebutuhan yang sama. Langkah ini dilakukan agar dapat menyesuaikan pendekatan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing kelompok dengan cara yang lebih efektif dibanding hanya menggunakan satu pendekatan untuk semua pelanggan.
Untuk melakukan segmentasi pasar, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu:
- Demografis. Mendasarkan pada atribut pribadi audiens seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan atau status perkawinan.
- Geografis. Mendasarkan segmentasi pelanggan berdasar negara, wilayah, kota atau lingkungan tertentu.
- Psikografis. Segmentasi yang didasarkan pada kepribadian, nilai-nilai, atau gaya hidup tertentu.
- Perilaku. Mendasarkan segmen pasar dengan mengelompokkan orang berdasarkan cara mereka menggunakan produk, loyalitas akan produk atau manfaat yang mereka cari.
- Demografis. Mendasarkan pada atribut pribadi audiens seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan atau status perkawinan.
- Geografis. Mendasarkan segmentasi pelanggan berdasar negara, wilayah, kota atau lingkungan tertentu.
- Psikografis. Segmentasi yang didasarkan pada kepribadian, nilai-nilai, atau gaya hidup tertentu.
- Perilaku. Mendasarkan segmen pasar dengan mengelompokkan orang berdasarkan cara mereka menggunakan produk, loyalitas akan produk atau manfaat yang mereka cari.
2. Targeting
Targeting atau menetapkan target pasar adalah tahap selanjutnya dari analisis segmentasi. Target market yaitu satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan pemasaran. Ada empat kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pasar sasaran yang optimal, yaitu :
a. Responsif
a. Responsif
Pasar sasaran harus responsif terhadap produk dan program: pemasaran yang dikembangkan. Contoh: Majalah Matra semua ditujukan untuk pria, bahkan menurut survei yang responsive tidak hanya pria tetapi juga sejumlah wanita kelas menengah.
b. Potensi penjualan
Semakin besar pasar sasaran, semakin besar nilainya. Besarnya pasar tidak hanya dari populasi, tetapi juga daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk tersebut.
c. Pertumbuhan memadai
d. Jangkauan media
b. Potensi penjualan
Semakin besar pasar sasaran, semakin besar nilainya. Besarnya pasar tidak hanya dari populasi, tetapi juga daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk tersebut.
c. Pertumbuhan memadai
d. Jangkauan media
3. Positioning
Tahapan positioning dapat diartikan menentukan bagaimana produk atau brand direpresentasikan dalam benak pelanggan potensial. Tujuannya tentu agar produk atau brand dilihat lebih unggul dari kompetitor.
Ada beberapa cara untuk menetapkan positioning, seperti :
a. Positioning berdasarkan perbedaaan produk
Marketer dapat menunjukkan kepada pasarnya dimana letak perbedaan produknya terhadap pesaing.
b. Positioning berdasarkan manfaat produk
Kemudahan, waktu, kejelasan, kejujuran, kenikmatan, murah, jaminan.
c. Positioning melalui imajinasi
Tahapan positioning dapat diartikan menentukan bagaimana produk atau brand direpresentasikan dalam benak pelanggan potensial. Tujuannya tentu agar produk atau brand dilihat lebih unggul dari kompetitor.
Ada beberapa cara untuk menetapkan positioning, seperti :
a. Positioning berdasarkan perbedaaan produk
Marketer dapat menunjukkan kepada pasarnya dimana letak perbedaan produknya terhadap pesaing.
b. Positioning berdasarkan manfaat produk
Kemudahan, waktu, kejelasan, kejujuran, kenikmatan, murah, jaminan.
c. Positioning melalui imajinasi
Menggunakan imajinasi seperti: tempat, orang, benda-benda, situasi.
Contoh:
- Marlboro diasosiasikan dengan Koboy AS
- Sabun Lux diasosiasikan dengan artis
- Sepatu Nike diasosiasikan dengan bintang olah raga - Memposisikan Produk (Positioning Product)
Segmentasi , Targeting , dan Positioning produk makanan Pasta.
- Segmentasi Ide Bisnis
Implementasi segmentasi dalam bisnis Pasta ini yaitu pasta merupakan makanan ringan yang dimakan untuk camilan atau dimakan untuk sarapan pagi atau bisa juga dimakan saat makan siang / malam dikala perut kita sedang lapar. Secara umum, Pasta ini dibuat dengan berbahan dasar dari adonan tidak beragi berbahan tepung gandum durum (semolina) yang dicampur dengan air atau telur dan dibentuk menjadi lembaran-lembaran atau bentuk-bentuk yang beragam, yang kemudian dimasak dengan cara direbus atau dipanggang. Dikarenakan cara penyajian pasta yang sangat mudah dan bahan yang sering dijumpai di supermarket, maka banyak orang yang dapat membuat pasta tersebut. Tetapi dalam bisnis Go Pasta sendiri penyajian pastanya sangat beragam seperti topping nya diberi daging cincang atau jamur atau bahkan dapat juga disajikan dengan saus tomat. Saya sendiri sudah melakukan survey ke beberapa pelanggan Go Pasta seperti kepada Pak Rahmat, Bu Riri, dan juga Bu Sarah. Mereka berpendapat bahwa Go Pasta memiliki citra rasa yang khas dan unik, juga memiliki rasa dengan kualitas premium dibandingkan dengan Pasta yang harganya sama. Go Pasta dinilai rasa dan tekstur nya lebih terasa ditambah dengan penyajian saus tomat yang enak.
- Targeting Ide Bisnis
- Positioning Ide Bisnis
Setelah target pasar ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan penempatan produk dengan memberikan keunggulan agar dapat bersaing dengan pesaing yang masuk kedalam segmen pasar tersebut. Tujuan dari penempatan posisi ini ialah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen. Kualitas dari Go Pasta ini sangat lah tinggi, dengan penyajian pasta yang terlihat mewah tetapi harga murah dan juga memiliki rasa kualitas premium membuat Go Pasta dikenal banyak orang.
- Kesimpulan
"Segementation, Targeting dan Positioning" yang dilakukan oleh Go Pasta ini ialah sebagai berikut :
- Segmen pasar yang dilakukan ialah kelas sosial menengah ke bawah.
- Target pasar yang dipilih merupakan kosentrasi segmen pasar tunggal.
- Go Pasta diposisikan pada kelas sosial menengah kebawah dengan kualitas yang tinggi serta harga yang murah.

Komentar
Posting Komentar